Kemarin saya
pergi ke Playgroup Ica.. Playgroup yang sistemnya berbeda sekali dengan sistem
di Indonesia dimana anak batita duduk diam dikursi dan bangku meja menghadap
papan tulis. Nanti saya akan bahas tentang Playgroup, kali ini saya akan
membahas salah satu kejadian di playgroup.
Jadi dulu
waktu mendaftar di Playgroup ini dahulu saya menuliskan biodata Ica dan latar
belakang keluarga kami, asal negara agama lah dan lain-lain. Kemudian mereka
meminta kami untuk menuliskan concern/perihal penting yang menurut kami harus
mereka perhatikan. Saya kala itu menuliskan "Diharapkan memperhatikan
makanan kami, kami makan hanya makanan halal atau bisa dibilang
vegetarian" Jaga-jaga kalau mereka tidak mudheng dengan istilah halal
Saat itu
mereka mengatakan "No Worries, we dont have that kind of food..."
Kita tidak punya makanan seperti itu, kemudian salah satu supervisornya
melanjutkan kalimatnya
"Disini
hanya ada makanan manis-manis, kue dan cookies tidak ada daging-dagingan"
dan saya
menjawab
"Oh OK
then ill be relieve, but please make sure if its contain gellatine please make
it be vegetarian or let us know" Lega bu, tapi usahakan jika ada snack
yang mengandung pelembut/lemak usahakan vegetarian juga atau jika tidak
beritahu kami
Dan
berjalanlah kemarin.. Seperti biasa setiap sesi playgroup Ica berjalan 45 menit
ada waktunya snack dimana setiap anak pindah ke ruangan lain berupa hall besar
dengan tiga meja besar dan panjang berisi cake, biskuit, buah, coklat dan
makanan lain di sisi lain ada meja berisikan teh dan kopi untuk para orang tua
seperti biasa saya menuju tempat makan anak-anak mengambilkan piring untuk Ica
dan mug bertutup warna-warni untuk menuangkan susu. Setelah mengambilkan kue
cupcake, sandwich berisi selai, biskuit, jeruk dan coklat yang semuanya pilihan
ica. Duduklah ica di tempat duduk yang disediakan ditengah ruangan besar
tersebut. Sementara saya berjalan ke meja teh kopi dan cake dewasa
Saya
mengambil kopi dicampur susu dan gula yang semuanya self service kemudian saya
melirik meja cake untuk orang tua aaah nampaknya cake sangat manis semua dann
tidak baik untuk saya yang hembh akibat winter ini telah naik berat badan
banyak (sebanyak saat hamil Ica- nanti saya cerita tentang ini) akhirnya saya
memutuskan ke meja snack anak-anak dan melirik ada sandwich terlihat mini dan
enak berisi selai
Dan duduklah
saya disebelah mama teman ica yang berasal dari Poland.. Mulailah saya ngobrol
dan menyantap sandwich tersebut.. Hemmbh enak.. ternyata bukan selai...
Dhueerrr Ternyataa... isinya lembaran ham daging.. babi..
Langsung
saya mengeluarkan isi mulut saya, sempat tertelah sekali.. Kemudian saya minum
banyak banyak
Terlihat
mimik dan ekspresi wajah saya oleh dua kawan berasal dari India dan Bangladesh
mereka juga muslim seperti saya, mereka menanyakan apa yang terjadi dan saya
jawab.. " I accidently eat the sandwich, saya ngga sengaja makan
sandwichnya"
dan lucu sekali
ekspresi kedua orang tersebut menunjukkan wajah kaget sekali dan berkata agak
keras.. Noo.. You have to wash your mouth throughly "OOOh kamu harus
mencuci mulutmu dengan seksama"
Hehehe...
Yes, as you know.. Kita umat muslim tidak diperkenankan memakan daging babi,
ataupun daging lain yang dipotong diluar tata cara halal, karena kami percaya
dengan tata cara halal para hewan tidak akan merasakan sakit sama sekali dan
mati seketika, selain itu daging yang dipotong secara halal (dengan testimoni
para teman non muslim disini yang pernah merasakan daging convensional di
Eropa) rasanya lebih empuk dan manis hal ini dikarenakan darah dari proses
pemotongan halal keluar sepenuhnya dan tidak menggumpal dalam tubuh yang
mengakibatkan daging menjadi lebih keras dan rasanya tidak terlalu segar..
Saya sedikit
overview yah tentang daging Halal dari segi kesehatan.. Dalam aturan penyembelihan
Halal way.. Ini dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran
pada leher, yaitu : saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh
darah, yaitu arteri karotis dan vena jugularis
Seperti saya pernah tulis di wall medsos saya tentang daging
halal kenapa saya tidak serta merta makan daging sapi atau ayam namun harus
daging halal.. Ini dikarenakan para ternak yang dipotong tidak merasakan sakit
dan ini terbukti dengan penelian ilmuan dari Jerman
Dari hasil
penelitian prof Schultz dan Dr Hazim di Hannover University Jerman tersebut yang
menggunakan kabel EEG yang ditempelkan di saraf sakit hewan diketahui bahwa penyembelihan
menurut syariat islam/menggunakan pisau tajam ternyata tidaklah “menyentuh” saraf rasa sakit.
Diketahui dalam penelitian tersebut yang nampak sebagai sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian? Hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.
Diketahui dalam penelitian tersebut yang nampak sebagai sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekpresi rasa sakit, melainkan sebagai ekpresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras), mengapa demikian? Hal ini tentulah tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena EEG tidak membuktikan, juga tidak menunjukan adanya rasa sakit.
Bagaimana
dengan babi, kenapa saya memilih tidak makan babi, pertama karena memang dalam
agama saya tidak boleh, kedua karena saya memang pada akhirnya membaca banyak
penelitian betapa daging babi tidak baik untuk kesehatan. Seperti beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium). Kemudian Tubuh babi banyak mengandung racun, cacing-caing dan
penyakit-penyakit terpendam. Meskipun beberapa dari kontaminasi penyakit ini
terpendam pada hewan lain, dokter hewan modern mengatakan bahwa babi jauh lebih
cenderung kepada penyakit-penyakit ini dibanding hewan lainnya. Ini bisa jadi
karena babi suka mengais-ngais dan akan makan segala jenis makanan, termasuk
serangga mati, cacing, bangkai membusuk, kotoran (termasuk mereka sendiri),
sampah, dan babi lainnya. Selain itu penelitian ilmiah di Cina dan
Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus
dan usus besar
Salah satu alasan perintah Tuhan untuk melarang daging babi adalah bahwa sistem pencernaan babi benar-benar berbeda dari seekor sapi. Babi adalah binatang yang rakus, tidak pernah tahu kapan harus berhenti makan. Asam perut babi menjadi encer karena banyaknya jumlah makanan itu yang memungkinkan semua jenis hama untuk melewati lapisan pelindung. Parasit, bakteri, virus, dan racun dapat masuk ke dalam daging babi karena makan berlebihan. Racun-racun dan agen-agen infeksi dapat ditularkan kepada manusia ketika manusia memakan daging babi. Tidak seperti mamalia lain, babi tidak berkeringat atau berkeringat. Keringat adalah sarana yang racun dikeluarkan dari tubuh. Karena babi tidak berkeringat, racun tetap dalam tubuh dan dalam daging.Daging dan lemak babi menyerap racun seperti spons. Daging mereka bisa 30 kali lebih beracun dari daging sapi atau daging rusa.
Salah satu alasan perintah Tuhan untuk melarang daging babi adalah bahwa sistem pencernaan babi benar-benar berbeda dari seekor sapi. Babi adalah binatang yang rakus, tidak pernah tahu kapan harus berhenti makan. Asam perut babi menjadi encer karena banyaknya jumlah makanan itu yang memungkinkan semua jenis hama untuk melewati lapisan pelindung. Parasit, bakteri, virus, dan racun dapat masuk ke dalam daging babi karena makan berlebihan. Racun-racun dan agen-agen infeksi dapat ditularkan kepada manusia ketika manusia memakan daging babi. Tidak seperti mamalia lain, babi tidak berkeringat atau berkeringat. Keringat adalah sarana yang racun dikeluarkan dari tubuh. Karena babi tidak berkeringat, racun tetap dalam tubuh dan dalam daging.Daging dan lemak babi menyerap racun seperti spons. Daging mereka bisa 30 kali lebih beracun dari daging sapi atau daging rusa.
Demikian
tulisan pertama saya setelah berabad-abad vakum (maaf bahasa saya berlebihan ) mohon
maaf jika tidak berkenan dan kepanjangan. Niatnya nulis satu halaman banyak.. Semoga bermanfaat J
0 komentar:
Posting Komentar