Senin, 11 April 2016

KMD BARBECUE

Ketika di Indonesia masih banyak saja yang bertengkar baik di dunia maya, dunia nyata seputar mengapa Malaysia Indonesia Singapore kok sepertinya saling ambil mengambil contek menyontek budaya, bahasa, kreativitas, seni, makanan, disini di Dundee kita orang melayu saling sayang dan saling saudara.

Rasanya benar-benar berbeda bergaul dengan saudara serumpun dibandingkan dengan teman asia lainnya, atau teman dari belahan Afrika, Amerika apalagi Eropa, bergaul dengan saudara serumpun keguyubannya tidak bisa dikatakan. Kita benar-benar seperti saudara jauh yang bertemu kembali, jadi kesulitan apa yang anda alami saudara serumpun disini saling membantu. Katakanlah ada yang sakit, ada yang kesulitan keuangan, ada yang pindah rumah, atau pulang kampung tidak ada istilah enak tidak enak, tanpa diumumkan secara ajaib satu komunitas akan tahu dan tanpa diminta akan menolong

KMD berasal dari istilah Komuniti Melayu Dundee, terdiri dari sekumpulan orang-orang Melayu berparas, kulit, rambut dan bahasa sama: Singapore, Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia. Sudah 1,5 tahun ini kami bergabung didalamnya, kami aktif berinteraksi via whatsapp dan facebook juga ada aktivitas pengajian bulanan, gathering accidentally dadakan saat siapa saja ada makanan lebih, ataupun sekedar minum teh sore. (Lebih detail tentang KMD nanti akan dijelaskan di postingan lain)

Jadi dikarenakan sudah masuk Spring dimana spring ini bunga-bunga mulai bermekaran, yang saya kira di film-film gambaran spring betapa bunga-bunga berwarna warni mawar, tulip, cherry blossom/sakura yang sangat cantik itu adalah dramatisasi, ternyata setelah hidup merasakan sendiri tinggal di Eropa itu bukanlah dramatisasi, itu benar-benar terjadi

Itulah sebabnya Gathering kali ini diadakan, untuk menikmati cuaca yang menghangat (walau hangatnya hanya naik 5 derajat, sekitar 8 derajat-an) Gathering kali ini mengusung tema Potluck Barbeque yang sangat popular di Eropa yakni membawa makanan sendiri-sendiri dan berbagi
Pagi hari saya yang mendapat giliran memasak ayam, mie, dan dessert bangun pukul setengah 6, setelah shalat subuh sirkuslah saya di dapur saya diminta membuat mie goreng untuk 20 porsi kemudian, membuat dessert yakni martabak manis, dan membuat ayam bumbu (yang nantinya akan dibakar ditungku disana)

Saya menyelesaikan dalam waktu 3 jam, waktu yang kurang mengingat proses membuat martabak manis harusnya lebih lama namun saya skip sedikit fermentasi dan saya coba icip ternyata rasanya juga tidak kalah dari buatan saya biasanya dengan proses aslinya, saya sudah sadar bahwa saya akan terlambat (karena undangan gatheringnya Pukul 10.00) Dan tiba-tiba saja waktu menunjukkan pukul 10 dhuer. Saya pasrah saja dan merasa makanan saya kan bukan makanan inti jadinya ya boleh lah terlambat sedikit (Jangan ditiru ini hanya berlaku untuk janjian dengan sesame orang melayu, jangan coba-coba terlambat pada orang Bule hehhe bisa dimaki)
Saya langsung secepat kilat lebih cepat dari wonder women berganti baju. Ganti baju disini berarti memakai: Long John (baju termal anti dingin), baju luar, jeans, jaket, hijab, kaus kaki tebal, sepatu kalikan tiga (karena saya juga harus mengganti dua buntut saya)

Kami menaiki bus nomor 26, seperti biasa kami membayar diawal saat naik, kami membayar 1,8 pounds per penumpang (sekitar 36.000 rupiah) dikalikan dua dengan suami (anak-anak dibawah 5 tahun tidak membayar) biasanya bis bisa membayar 5pounds atau sekitar 100ribu untuk naik turun sepuasnya (sampai 5 orang penumpang) namun khusus untuk bus nomor 26 tidak menyediakan tiket paket tersebut.

Sepanjang perjalanan benar saja, bunga-bunga liar bertumbuh sangat cantik, warna kuning, biru, ungu, bertebaran di padang rumput, saya yakin sekali itu bunga liar karena letak dan susunannya sangat random, namun orang Indonesia yang melihatnya pasti tidak akan percaya karena bentuk bunga-bunganya seperti bunga mahal. Betapa indah musim semi, sepanjang jalan hanya bisa bersyukur dan menyebut subhanAllah
Sesampai disana lha koq ternyata yang datang masih sedikit, yaah dari pengalaman-pengalaman sebelumnya memang sih budaya orang melayu sama saja seperti budaya orang Indonesia, sama-sama jam karet.

Camperdown Park Dundee ini sangat indah, berupa taman besar dengan banyak pohon tinggi dan juga dengan danau buatan dan 4 lahan agak besar diisi mainan anak-anak perosotan, ayunan, jungkat jungkit, pasir, mainan gymnastic, wahh benar-benar perlu ditiru oleh pemerintah kota di Indonesia
“Seronoknyee” Ini ungkapan kawan Singapore bernama Syarifah yang berarti seru sekali saat dia melihat susunan makanan yang amat melimpah, ada ayam bakar, kambing bakar, ada Tao Tsu (mirip siomay Indonesia dengan bumbu asam manis, ada nasi lemak Malaysia (mirip nasi uduk), kemudian ada martabak manis buatan saya (yang juga ada di Malaysia sama persis namun bernama Apam balik), Blue berry cake, cheese cake, Fish finger home made, Salad Malaysia (tumisan sayuran), sambal Malaysia yang amat lezat (rasanya agak manis mirip sambal yang dibuat orang Banjarmasin. 
Dan hari itu nafsu saya menggila dan tidak peduli lagi walau hari hangat saya makan banyak.
Sepanjang acara saya, suami dan anak-anak saling bermain dengan anak-anak lain, berbincang-bincang hangat dengan saudara-saudara KMD, bertukar resep masakan, dan merencanakan acara-acara selanjutnya di gathering KMD lainnya.

Malaysia, Singapore, Brunei, sudah seperti saudara sendiri. Tidak ada bahas perbedaan, kita saling membahas persamaan, What a day..




















4 komentar:

  1. Wah serunya. Paling suka kalo ada tulisan tentang pengalaman merantau di negeri orang terus ketemu saudara serumpun/setanah air. Mungkin manusia memmang baru bisa rukun dan saling berdamai kalau dia berada di lingkungan yg asing dan kemudian menemukan orang lain yg mempunyai persamaan dg dia. Mungkin manusia hrs dikumpulkan dg alien biar tdk lg saling hujat ttg ras, etnis, warna kulit, agama, sekte, nasionalitas, dan perbedaan2 lainnya

    BalasHapus
  2. Wkwkwkwkkwkw serem saaa.. alien jare.. sesuai ya saa dengan teori psikologi sosial dimana kelompok atau tekanan luar yang intens akan meningkatkan dan memperkuat ikatan dalam grup

    BalasHapus
  3. Saya paling ngiri sama foto-fotonya.

    Seru kayaknya bertemu banyak kenalan dari berbagai negara

    BalasHapus
  4. Seru Za.. Setuju bgt sama komentarnya Arsa

    BalasHapus

 

Make Path By Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates