Minggu, 08 Mei 2016

Gagal Save


 Bagaimana jika dalam satu minggu penuh mood anda untuk menulis hilang sama sekali dan seketika di akhir pekan ketika deadline melanda akhirnya anda mulai punya mood dan akhirnya bisa menuliskan uraian sebanyak 15 paragraf tiba-tiba saja uraian itu tidak tersimpan gara-gara si kecil mengutak atik file anda sehingga file anda hilang tak berbekas..

Itulah yang saya rasakan kini, semangat yang susah payah dikumpulkan satu minggu, karena membersihkan ini, kerumahnya si itu, kudu belanja ini, kudu mengajak si kecil kesitu ina inu ina inu, akhirnya menulis jadi prioritas kesekian sekian. Alhamdulilllaah akhirnya ini saya mengetik lagi, semangat saya kembali terpecut karena mengingat chat tadi pagi

Jadi tadi pagi saya chat, berdiskusi dengan teman saya. Si teman ini adalah teman di jaman saya menjadi penyiar radio, seorang groupis, itu istilah yang dunia entertaintmen berikan kepada mereka yang suka berkumpul kumpul karena menggemari sesuatu. Teman saya itu adalah groupis program yang dulu saya pegang yakni acara curhat dan ngobrol ngobrol dari hati ke hati. Saya senang hati menerimanya sebagai seorang fans (ecie) atau sahabat pendengar yang baik, banyak bercerita dan banyak curhat. Namun teman saya penyiar lainnya dan crew lainnya banyak yang tidak suka atas "ke-banyak-omongan" teman saya itu

Sebut saja Pandu si groupis itu, dia waktu itu bertampang kucel dengan pakaian seadanya, dengan penampilan dan pembicaraannya yang tinggi sepertinya tidak match, saya yang saat itu mahasiswa psikologi merasa wajar saja ada orang sedemikian dan telah diajari bahwa bisa saja orang tersebut berkata hal yang amat bagus untuk memperkuat kepercayaan diri atau yang secara spesifik dalam istilah psikologi disebut self esteem.

Sim salabim abra kadabra, 10 tahun telah berlalu dan saya menemukannya kembali di facebook, daann.. Dia kini adalah penulis!! Yep penulis 5 buku bestseller anak dengan gaya unik dan ilustrasi komikal yang bagus sekali

Whoaah.. Suprise suprise saya dipertemukan kembali dia yang kucel dan sering membawakan saya makanan makanan ringan sebagai teman siaran saya

Dannn saya terharu betapa di chat tersebut dia menyemangati saya yang menurutnya saya sangat bisa membuat buku bagus karena saya banyak pengalaman. Memang kata beliau menulis dibutuhkan konsistensi, niat yang kuat, dan skill yang harus terus diasah dengan menulis secara rutin

Oh well saya ditempat yang benar, saya mengikuti support group tulis menulis yang membuat saya terpecut untuk terus menulis.

Bismillah ayok nulis lagi, semoga hari ini dapat banyak

8 komentar:

  1. Ayooo semangat nulis... Go... Go... Go....

    BalasHapus
  2. Temanya kok sama dengan mbak eka ya? Btw aku jg perlu berterima kasih ke km za krn ngajak gabung di grup ini n di grup odos jg. Meskipun kadang2 ngos2an tp senang krn bs melakukan sesuatu yg bermanfaat n sesuai minat

    BalasHapus
  3. Semangat za. Saya juga mulai menulis lagi pelan-pelan buat buku :)

    BalasHapus
  4. Kita mulai sehati hahahaaa

    BalasHapus
  5. Kita mulai sehati hahahaaa

    BalasHapus
  6. Mba GadisZa SMANGAAAAT!!!

    BalasHapus
  7. Whoaa ramee.. iya tah aku blm komen sapa2 hiks..hari ini yaa 😍

    BalasHapus
  8. Wuah.. G nyangka ya.. Btw siapa tu orangnya Za? Sapa tau tertarik dgn bukunya

    BalasHapus

 

Make Path By Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates