Saya adalah tipe anak yang dibesarkan dengan white lies. Maksudnya diajarkan oleh orang tua saya bahwa tidak apa jika kita berdusta jika itu untuk kebaikan atau jika dusta kita membawa kebaikan lebih besar maka dusta itu tidak apa-apa.Seperti contoh misalnya ketika ibu saya diundang ke sebuah acara ulang tahun sederhana sementara anak dari si empunya hajat sedang terkena penyakit flu singapore, ibu saya akan berkata tidak bisa datang ada tamu dari kalimantan datang, padahal tidak ada. Hal ini menurut ibu saya lebih baik daripada berkata jujur tidak mau datang karena tidak mau dirinya dan anak anaknya tertular virus.
Contoh lain seperti ketika ada teman meminta ayah saya berbuat curang saat pemilu, ayah saya berpikir daripada ribet menjelaskan halal haram suatu perbuatan dan berdakwah panjang lebar ayah saya hanya berkata tidak bisa ayah saya sibuk sekali mengantar saya try out ke luar kota padahal aslinya tidak seperti itu.
Contoh lain ketika ayah saya ingin memberi saudaranya voucher belanja, ayah saya tau saudaranya itu kesulitan perekonomian tapi jika diberi beri barang atau apapun dia pasti dia tolak, akhirnya ayah saya berkata pada saudaranya itu, dia dapat hadiah voucher belanja dari radio dan tidak ada waktu untuk memakainya, padahal ayah saya sengaja membeli voucher itu untuknya. Akhirnya saudara ayah mau memakai voucher itu dengan senang hati
Dampaknya ke saya? Waaah tidak bagus, saya terkadang merasa berbohong secara tidak langsung adalah penyelamat ketika kepepet. Misalnya beberapa kali pintu flat saya diketuk orang diajak beribadah ke tempat ibadah lain daripada saya berpura-pura tidak bisa berbahasa Inggris. Pun halnya ketika pintu saya diketuk saat orang minta sumbangan saya lagi lagi malas berbasa basi berkata suami tidak dirumah tidak boleh membukakan pintu orang asing.
Ok mungkin parenting orang tua saya tidak berdampak pada semua saudara saya. Saudara saya kedua misalnya saat dia ditawari posisi menjadi dosen di almamater tempatnya mengambil kuliah spesialis dokter di Jogja dia yang kebingungan karena belum siap berkonsultasi pada saya. Orang tua kami senang sekali dan ingin agar adek saya menerima tapi dia mengatakan pada saya dia kan belum berkeluarga, bagaimana jika jodohnya dia orang DKI atau jatim sementara dia harus kontrak langsung 5 tahun ngga boleh resign. Saya berkata pada dia, udah sampaikan saja kamu tidak direstui orang tua atau apa gitu jangan terlalu jujur. Namun dia yang terbiasa jujur berkata pada atasannya sejujur jujurnya.
Kenapa saya kok tiba-tiba mengangkat bahasan ini. Ini dikarenakan seorang teman yang saya janjian sudah berminggu minggu lamanya. Saat hari H saya dijanjikan akan bertemu di pagu hari namun belum juga diberitahu jam berapa, saya menunggu-nunggu tidak ada kabar akhirnya saya pm bolak balik tidak nyala akhirnya saya telpon adik si teman. Katanya sudah sampai, telpon saja langsung janjian ketemuan. Namun saat saya telpon dan diangkat saya diinfokan dirinya masih diluar kota.
Ada perbedaan antara pembicaraan adik dan kakak ini? Entahlah yang mana saja yang pasti salah satunya tidak berkata jujur. Ah tidak enak ya rasanya dibohongi, walau sebenarnya tidak penting juga untuk apa berkata tidak jujur toh saya hanya ingin bertemu. Tidak sedang menawarkan bisnis atau sedang mau berhutang. Yang pasti dari sini saya merenung sekali. White lies semacam apapun itu tidak baik ya. Rasanya itu seperti dianggap sepele, sama hal nya seperti tidak berkata jujur pada orang lain atau pihak lain itu sama halnya seperti menganggap sepele orang atau pihak lain itu :( Sedih yaa
Dari sini saya mulai berjanji pada diri sendiri. Sebisaaa mungkin, semaksimaal mungkin diusahakan untuk berkata jujur, atau paling tidak diam saja daripada berkata yang tidak tidak. Ya kan?
Seperti Nabi Muhammad SAW berkata "Berkatalah yang baik-baik atau diam"
Semoga dari pelajaran insight ini bisa membuat saya lebih baik lagi
Aku jg diajarin white lies mba. Simalakama, jujur salah, diem apa lagi :(
BalasHapusHikz, , , white lies lebih tepatnya aku menyebut sebagai upaya seseorang menyelamatkan dirinya dari kenyataan yang ada. . .
BalasHapusHikz, , , white lies lebih tepatnya aku menyebut sebagai upaya seseorang menyelamatkan dirinya dari kenyataan yang ada. . .
BalasHapus