Dengan mental kurs, yakni apa-apa dikurskan rupiah nampaknya agak sulit untuk saya yang pecinta kuliner seperti di Indonesia untuk jajan sering-sering atau makan di luar sering-sering
Kalau di Jakarta atau Surabaya ketika penyakit M alias penyakit malas melanda dimana kita tidak ingin berbelanja atau masak memasak kita bisa keluar rumah dan memesan nasi penyet, nasi padang, nasi soto atau juga tinggal telpon voila dalam beberapa saat makanan tersaji tentu saja dengan harga terjangkau. Ditambah kini lebih canggih lagi ada layanan gojek dengan ratusan list restauran dengan foto menggiurkan dan pricelist terjangkau maka kuliner di Indonesia ada diujung jari
Bagaimana dengan di Dundee? Dibutuhkan minimal 8 pounds alias 160ribu untuk makan enak lauk dan karbo. Saya yang orang Indonesia banget yang tidak bisa tidak makan nasi merasa sedih rasanya sudah mengeluarkan kocek dalam, tapi makanan yang didapat hanyalah snack berupa mie, spagheti, pizza atau roti rotian. Pokoknya belum makan nasi itu belum makan titik.
Apapun yang terjadi jajan diluar itu entahlah merupakan suatu checklist yang harus dicentang disetiap minggunya. Karena merantau tidak semudah dan seindah buku 1000 cahaya di langit eropa kadang rasa suntuk dan stress membuat saya ingin makan diluar.
Tantangannya tidak hanya di harga makanan tapi juga halal tidaknya makanan. Ada kawan yang merasa moderat mengatakan tidak apa lah makan daging asalkan bukan babi, lah saya yang merasa di UK ini bukan di hutan, banyak saja resto yg jual seafood. Dan banyak juga resto India Pakistan yang jual makanan halal ya sudah berarti makan halal is a must. Nanti kl tidak halal takut darahnya ngalirnya kurang lancar dan kurang sehat hehe.
Karena hobi saya ini akhirnya saya harus banyak cari income poundsterling sampingan *baca tulisan saya sebelumnya: Psikolog Tukang Pijet* jadi saat saya "njajan" saya tidak merasa bersalah salah amat. Akhirnya saya pergi dengan teman teman warga Indonesia yang tau betul bagaimana mengakali untuk dapat kuliner murah, mulai cari yang halal, paket promo, paket bonus dll
Di Dundee dimana? Kalau anda ke Dundee berikut list yang saya rekomended untuk makan, yang pasti saya pilih karena Halalnya dan murahnya hehe
1. Taza
Rumah makan India yang paling laris di Dundee (walaupun ownernya orang Pakistan dan kadang bikin empet orang India asli) Ini menunya all you can eat, jd bisa umpek umpekan semau maunya, seporsi kuli juga bisa *baca: all you can eat di blog saya*
Dengan harga 8 pounds alias 160rb kita bisa makan berbagai macam hidang nasi nasian (yaaayyy nasiii!!!) Briyani, nasi kuning, nasi Basmati berbumbu, daging ayam, sapi, kambing, daging mirip sate (HALAL!! Yaay) kemudian mie, snack2an kebab dll, desert manis manis, eskrim, salad, es buah. Uwooww I just love Taza
2. Tokyo's
Berlokasi di sebrang City Centre sebrang mall Overgate ada lapak kecil sederhana. Daya tariknya? Tulisan Halal didepan dan terjangkau. Specialtynya mie mie an didapatkan dengan harga miring, cukup dengan 4,5 pounds (90ribu rupiah) kita bisa mencicipi mie ala jepang, india, singapore, dan Indonesia. Mereka menuliskan mie Indonesia padahal rasnya tidak Indonesia sama sekali malah mirip mie dikasi gule hehehhee. Gapapa deh, pokoknya Indonesia nebeng terkenal
3. Sizzler
Ueeenaaaak. Saya suka banget sizzler, diperkenalkan oleh salah satu mahasiswa University of Dundee dimana terletak didepan Central Mosque masjid utama Dundee. Kita yang sering ikut shalat akan mencium bau kari, nasi briyani, dan macam macam makanan yang membuat lidah menari nari. Lupakan homesick karena rindu makanan Indonesia disini kita bisa makan makanan enak dengan murah, lebih murah lagi jika kita punya student card
4. Karachi Tandoori
Ini adalah restaurant yang terletak di jalan utama yang masih masuk area kampus, Blackness Road. Buka mulai jam 5 sore cocok sekali jika saya sakit dan tidak mampu masak. Dia menjual lauk dan restonya hanya melayani take out alias tidak bisa makan ditempat. Satu paket makanannya 8 pounds/ 160ribu sudah dapat lauk daging kari, mau ayam, mau apa saja kambing, sapi dengan salad dll. Menu western juga jual, burger dll dengan harga terjangkau. Pembelinya malah banyak warga lokal
5. Rooster
Setiap kali ditanya orang tinggal dimana? Saya jawab Dundee. Oh itu kota asal franchise ayam goreng yaa enak dong kamu bisa makan ayam goreng sering sering. Kemudian saya balas "Salah" tidak ada ayam goreng halal disini. Jadilah saya ngences setiap kali lewat McD atau KFC mencium baunya ingin makan ayam goreng tapi tidak bisa karena daging ayamnya belum halal. Dan indahnya hidup saya saat mengetahui ada restaurant ayam goreng murah dan rasanya heemm lumayan enak :D seperti MCD namun bercitarasa timteng. Namun sedihnya resto Rooster ini buka diakhir akhir saat saya mau pulang. Yaah tidak apa at least saya seneng bisa incip incip ayam goreng halal di negri orang
Well itulah sekilas pengalaman saya di negri orang (masih seputar Dundee) insyaAllah jika ada waktu saya akan update pengalaman saya saat kuliner di edinburgh, london, istanbul dll :)
Kalau di Jakarta atau Surabaya ketika penyakit M alias penyakit malas melanda dimana kita tidak ingin berbelanja atau masak memasak kita bisa keluar rumah dan memesan nasi penyet, nasi padang, nasi soto atau juga tinggal telpon voila dalam beberapa saat makanan tersaji tentu saja dengan harga terjangkau. Ditambah kini lebih canggih lagi ada layanan gojek dengan ratusan list restauran dengan foto menggiurkan dan pricelist terjangkau maka kuliner di Indonesia ada diujung jari
Bagaimana dengan di Dundee? Dibutuhkan minimal 8 pounds alias 160ribu untuk makan enak lauk dan karbo. Saya yang orang Indonesia banget yang tidak bisa tidak makan nasi merasa sedih rasanya sudah mengeluarkan kocek dalam, tapi makanan yang didapat hanyalah snack berupa mie, spagheti, pizza atau roti rotian. Pokoknya belum makan nasi itu belum makan titik.
Apapun yang terjadi jajan diluar itu entahlah merupakan suatu checklist yang harus dicentang disetiap minggunya. Karena merantau tidak semudah dan seindah buku 1000 cahaya di langit eropa kadang rasa suntuk dan stress membuat saya ingin makan diluar.
Tantangannya tidak hanya di harga makanan tapi juga halal tidaknya makanan. Ada kawan yang merasa moderat mengatakan tidak apa lah makan daging asalkan bukan babi, lah saya yang merasa di UK ini bukan di hutan, banyak saja resto yg jual seafood. Dan banyak juga resto India Pakistan yang jual makanan halal ya sudah berarti makan halal is a must. Nanti kl tidak halal takut darahnya ngalirnya kurang lancar dan kurang sehat hehe.
Karena hobi saya ini akhirnya saya harus banyak cari income poundsterling sampingan *baca tulisan saya sebelumnya: Psikolog Tukang Pijet* jadi saat saya "njajan" saya tidak merasa bersalah salah amat. Akhirnya saya pergi dengan teman teman warga Indonesia yang tau betul bagaimana mengakali untuk dapat kuliner murah, mulai cari yang halal, paket promo, paket bonus dll
Di Dundee dimana? Kalau anda ke Dundee berikut list yang saya rekomended untuk makan, yang pasti saya pilih karena Halalnya dan murahnya hehe
1. Taza
Rumah makan India yang paling laris di Dundee (walaupun ownernya orang Pakistan dan kadang bikin empet orang India asli) Ini menunya all you can eat, jd bisa umpek umpekan semau maunya, seporsi kuli juga bisa *baca: all you can eat di blog saya*
Dengan harga 8 pounds alias 160rb kita bisa makan berbagai macam hidang nasi nasian (yaaayyy nasiii!!!) Briyani, nasi kuning, nasi Basmati berbumbu, daging ayam, sapi, kambing, daging mirip sate (HALAL!! Yaay) kemudian mie, snack2an kebab dll, desert manis manis, eskrim, salad, es buah. Uwooww I just love Taza
2. Tokyo's
Berlokasi di sebrang City Centre sebrang mall Overgate ada lapak kecil sederhana. Daya tariknya? Tulisan Halal didepan dan terjangkau. Specialtynya mie mie an didapatkan dengan harga miring, cukup dengan 4,5 pounds (90ribu rupiah) kita bisa mencicipi mie ala jepang, india, singapore, dan Indonesia. Mereka menuliskan mie Indonesia padahal rasnya tidak Indonesia sama sekali malah mirip mie dikasi gule hehehhee. Gapapa deh, pokoknya Indonesia nebeng terkenal
3. Sizzler
Ueeenaaaak. Saya suka banget sizzler, diperkenalkan oleh salah satu mahasiswa University of Dundee dimana terletak didepan Central Mosque masjid utama Dundee. Kita yang sering ikut shalat akan mencium bau kari, nasi briyani, dan macam macam makanan yang membuat lidah menari nari. Lupakan homesick karena rindu makanan Indonesia disini kita bisa makan makanan enak dengan murah, lebih murah lagi jika kita punya student card
4. Karachi Tandoori
Ini adalah restaurant yang terletak di jalan utama yang masih masuk area kampus, Blackness Road. Buka mulai jam 5 sore cocok sekali jika saya sakit dan tidak mampu masak. Dia menjual lauk dan restonya hanya melayani take out alias tidak bisa makan ditempat. Satu paket makanannya 8 pounds/ 160ribu sudah dapat lauk daging kari, mau ayam, mau apa saja kambing, sapi dengan salad dll. Menu western juga jual, burger dll dengan harga terjangkau. Pembelinya malah banyak warga lokal
5. Rooster
Setiap kali ditanya orang tinggal dimana? Saya jawab Dundee. Oh itu kota asal franchise ayam goreng yaa enak dong kamu bisa makan ayam goreng sering sering. Kemudian saya balas "Salah" tidak ada ayam goreng halal disini. Jadilah saya ngences setiap kali lewat McD atau KFC mencium baunya ingin makan ayam goreng tapi tidak bisa karena daging ayamnya belum halal. Dan indahnya hidup saya saat mengetahui ada restaurant ayam goreng murah dan rasanya heemm lumayan enak :D seperti MCD namun bercitarasa timteng. Namun sedihnya resto Rooster ini buka diakhir akhir saat saya mau pulang. Yaah tidak apa at least saya seneng bisa incip incip ayam goreng halal di negri orang
Well itulah sekilas pengalaman saya di negri orang (masih seputar Dundee) insyaAllah jika ada waktu saya akan update pengalaman saya saat kuliner di edinburgh, london, istanbul dll :)

0 komentar:
Posting Komentar