Aku, embun dingin dipagi musim dingin
Membasahi jendelamu yang kotor kering
Menghalangi jarak pandangmu keluar
Menutupi hasratmu melihat jauh alam bebas
Aku, embun dingin pagi hari disuhu menggigit
Mengingatkanmu selalu diluar begitu tak bersahabat
Membuatmu tersadar bahwa kau harus menjaga dirimu
Mengingatkan bahwa ruang naungmu lebih hangat dari luar
Aku, embun musim dingin
Tanpaku pagi harimu tak berwarna
Tanpaku tak akan ada usahamu menerangkan jendela
Tanpaku tak ada tanda pergulatan cuaca
Aku suka caramu bermain denganku
Terkadang kau usap kasar diriku
Terkadang kau membentuk simbol simbol indah
Terkadang kau tapakkan tanganmu
Aku, embun dingin dipagi musim dingin
Menghalangi jarak pandangmu keluar
Kutahu kau mensyukuri keberadaanku
Disaat musim panas tiba kau akan tau
embun: kiasan prahara rumah tangga, dimana rumah tangga jika diibaratkan udara, maka embun adalah wujud/bentuk lain dari udara itu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Rasa rasanya kita ngebayangin embun hampir mirip mirip ya mba, seperti kondisi sulit tapi bikin kita jadi lebih baik setelahnya. Seperti embun musim dingin yang mungkin akan dikenang saat musim panas tiba. Wah seruuu.. Mbayangno ngelap jendela yang berembun... Bikin bentuk hati, atau nama seseorang yg abis itu kita hapus lagi. Hehe... Mbuuun oh embun. Alhamdulillah..
BalasHapusembun disini dan dalam ceritaku hampir serupa konotasinya. walau tak satu kepala kali ini satu fikiran. embun akan selalu ada saat gelap malam yang dingin akan berganti pada cerahnya pagi hari yang hangat.
BalasHapustetap optimis guys, selalu ada kehangatan setelah embun. .insyaAllah