Selasa, 17 September 2019

Atensi Oh Atensi - Beberapa tips Meningkatkan Perhatian Anak

I always hate when it come the psychologist give label to person. Ada beberapa hal dari budaya orang psikologi yang saya kurang sukai yaitu saat tiba waktunya label melabel seseorang. Ya memang tujuannya tidak lain dari semata mata untuk ikhtiar usaha menerapi atau membuat intervensi/tindakan.

Yang ditakutkan kadang ada saja yang selamanya seseorang menganut dan memegang teguh label itu. Katakanlah yg paling kekinian beberapa tahun terakhir  bagaimana seseorang melabel dirinya entj esfp dll sebagaimana tes mbti nya Myer Briggs.

Ada saja individu yg selamanya mengotak kotakkan dirinya dalam pencarian pasangan, pekerjaan dll padahal yang saya tahu keberlakuan personality test tersebut hanya berlaku 1tahunan.

Dan yang mau saya bahas hari ini bukan tes kepribadian atau label yang lain, tetapi bagaimana anak saya yang sulung di label ADD (attention-deficit-disorder/gangguang-konsentrasi) Ada alhamdulillah ada innalillahinya.

Alhamdulillahnya adalah bahwa anak saya tidak sampai autistic sebagaimana banyak orang secara "ngasal" menjudge dan membicarakan dari belakang. Saya tau sendiri dan sering menepis judgement dini tersebut karena fariz bisa menatap mata saya selama lebih dr 15 detik, berinteraksi dengan baik dengan saya dan adiknya, meminta bantuan dan banyak hal lainnya yang amat sulit dilakukan anak autistic

Menurut terapis fariz tergolong cerdas, usia 2 tahun kurang sudah hafal semua alphabet inggris maupun indonesia, bisa berhitung dan usia 3 sudah bisa membaca sedikit sedikit. Tapi ya gitu kalau berbicara sepatah dua patah kata.

Innalillahinya yaa fariz usia 4tahun sekarang ini vocab indonesia  nya masih sedikit,interaksi dengan teman masih kurang. Fariz tidak hiperaktif dia bisa duduk manis saat sekolah dan bisa mengerjakan tugas namun ya itu, gampang bosan dan berpindah pindah.

Dan karena problem atensi/perhatian ini saya jadi browsing kesana kemari juga baca beberapa buku tentang apa apa yang bisa membantu meningkatkan konsentrasi anak saya. Dan berikut beberapa kesimpulan yang saya ingat

1.Terlalu banyak pengalih perhatian (dalam kasus saya mainan)
Akan sulit bagi anak untuk duduk tenang diruang bermain jika terlalu banyak yang menggoda untuk dimainkan. Saya melakukan ini, menyimpan semua mainan yang ada dan hanya mengeluarkan dua maksimal tiga mainan untuk dimainkan. Misal anak sedang belajar membaca pastikan dimeja tidak ada mainan atau stiker stiker yang bisa membuat perhatiannya terpecah

2. Berpindah pindah
Seperti fariz ini sering ganti mainan dalam waktu yang berdekatan. Pastikan dia menyelesaikan tugas pertamanya. Misal si fariz ini bermain puzzle dan tiba tiba ingin main mobilan yang saya lakukan saya akan cepat cepat menyelesaikan sebagian besar puzzle dan menyisakan satu potong untuk diselesaikan fariz. Jadi pastikan si kecil menerima pesan bahwa sebaiknya menyelesaikan dulu baru memulai yang lain

3. Makan
Ini kesalahan terbesar saya memberi makan sambil menonton. Sebenarnya ini budaya saya dan ayah fariz. Jadi makan me time sambil menyaksikan hiburan. Yang ada para ahli bilang saya menjadikan anak saya antisosial. Jika anak anda berproblem dengan perhatian, bisa dilakukan targeting. Berikan target berapa suap hari itu makan misal 10 suap. Berhitunglah bersama. Ketika sudah 10 suap berhentilah jangan diteruskan, konsistenlah kecuali sikecil yang meminta. Sebaiknya tidak memberi  tv, buku dsb karena semakin lama "dosis" "entertain" ini akan semakin bertambah dan pasti akan membuat anda bingung.
Terapisnya fariz  menyarankan untuk mengkonkritkan waktu itu bagaimana. Balita rata rata masih bingung dengan waktu. Sehingga jam pasir yang terlihat konkrit bisa membantu atau pakai panjangnya keberapa kamu bisa jongkok atau lari sebentar kemudian makan lagi

4. Puji
Puji sekecil apapun progres si kecil. Jadi misal kemarin fariz mampu mengerjakan satu lembar tugas siswa dan hari ini di mampu dua lembar saya puji dia sepanjang hari. Dan VOILA entah bagaimana  fariz seperti ketagihan ingin dipuji lagi hehe

Semoga bermanfaat..Kasi masukan  saya lagi ya kalau ada
Source gambar: punditjunction.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Make Path By Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates