Entah dari mana sejarah dan pro
kontranya mengapa dokter Indonesia suka
sekali memberikan obat dewa/ antibiotic untuk mengobati penyakit apa saja.
Sebagaimana kita tahu antibiotik ini konten isinya sebenarnya keras dan bisa
menyembuhkan banyak sekali penyakit,karena virus dan bakteri bisa terbunuh
seketika plus bakteri baik dan melemahkan daya tahan/imunitas tubuh.
Saya mempunyai adik seorang dokter yang paling
anti memberikan obat yang “Paten-paten” apalagi secara mudah menuliskan “obat
instan” si antibiotic ini. Adik saya adalah tipe yang memberikan obat berupa
obat pil hitam/karbon yang merupakan herbal ringan namun ampuh untuk
menyembuhkan sakit namun tidak instan. Banyak sekali perusahaan farmasi yang “melamar” adik saya untuk memberikan
obat paten yang ampuh mampu menyembuhkan penyakit pasien dalam 1-3hari dengan
iming-iming tiket pesawat luar negri, handphone, laptop dan lain lain, namun
adik saya yang masih sangat muda mempunyai idealisme biarlah agak lama sedikit
imunitas akan bekerja dan biarkan obat sederhana membantu sebisa mereka
mendukung penyembuhan, bukan malah menurunkan imunitas tubuh
Hal itu juga yang saya
pertanyakan pada adik saya, kenapa koq mayoritas dokter Indonesia suka sekali
memberikan obat paten/ antibiotic? Bahkan tidak tanggung-tanggung saya tahu
satu dokter memberikan anak saya yang pertama antibiotik yang levelnya sudah
level lanjutan dan tidak cukup satu buah namun dua! Jawab adik saya karena pada
dasarnya orang Indonesia suka segala sesuatu yang instan. Jika pergi ke dokter
dan dalam 2 hari ada perubahan si pasien lebih enakan badannya atau merasa
sembuh maka dokter itu adalah dokter sukses dan bisa diramalkan kedepannya
prakteknya akan ramai, jadi balik lagi main bisnis dokter dokteran. Jarang ada
pasien yang mau sembuh seminggu atau dua minggu kemudian.
Bagaimana dengan pengobatan/medis
di luar negri? Utamanya di U.K ada beberapa hal yang perlu diketahui perbedaan
utama pengobatan Indonesia dan U.K
- Saya mulai dari perbedaan ringan yah, jika di Indonesia anda dipastikan hampir semua klinik atau rumah sakit dokter menggunakan seragam dinas atau minimal jas dokter, di UK dokter bisa berjaket kulit, rok mini, ataupun kaos dengan jeans hehe
- Kemudian jika di Indonesia anda bisa langsung pergi ke dokter kapan saja merasa sedikit mual, pusing, atau pegal-pegal. Dokter adalah profesi laris dan banyak sekali dokter di Indonesia. Di setiap kecamatan pasti ada klinik atau minimal orang yang menjadi dokter. Bagaimana dengan di Inggris? Anda tidak bisa dengan mudah pergi ke dokter. Jika anda mengeluhkan betapa sulit dan birokratifnya BPJS tunggu sampai anda pergi ke UK anda akan dihadapkan birokratis yang lebih complicated. Anda tidak bisa serta merta ke dokter. Saat anda merasa sakit anda akan diminta untuk menelpon dulu untuk membuat janji dokter yang sering kali janji bertemu dokter didapatkan seminggu atau dua minggu setelah menelpon. Dan seringkali juga dokter merasa penyakit anda tidak mengancam nyawa dan anda hanya disarankan untuk beristirahat tanpa perlu menemui dokter. Hal ini terjadi pada saya ketika menelponkan keluhan anak pertama saya yang demam 3 hari dan tidak mau makan sama sekali saya ditanya “Hal apa yang menurut anda mengancam nyawa anda sehingga kami harus menemuinya segera” Kalau ada dokter di Indonesia ngomong demikian, sepertinya bisa dipastikan dokter tersebut jadi terkenal karena disebarkan pasien biodatanya di social media :D
- Di Indonesia anda harus membayar, sementara di U.K semua-muanya gratis. Beruntung ada salah satu teman suami yang berkuliah di Scotland. Dia di bulan ketiganya merasakan sakit kepala yang berkelanjutan, cek punya cek serangkaian tes dia ternyata divonis menderita kanker namun stadium awal. Semua kemoterapi dan tindakan oleh rumah sakit U.K semuanya gratis dan diterapi sampai sembuh. Tidak ternilai dan terhitung berapa yang dia keluarkan jika harus berobat di Indonesia
- Di Indonesia walau anda punya asuransi atau BPJS anda tidak bisa iseng-iseng minta cek kolesterol, papsmear dan cek lainnya. Di U.K anda bisa, katakana saja anda concern dengan kesehatan dan pola makan anda, anda akan dibikinkan cek darah lengkap dan lainnya yang anda mau yaa tentu dengan menunggu 1-2 minggu
- Di Indonesia hampir dipastikan jika anda bertemu dengan dokter anda akan mendapatkan resep. Entah resep hanya berupa vitamin C yang sebenarnya bisa anda beli di minimarket terdekat anda akan tetap diberikan resep untuk membeli “sesuatu” di apotek rekanan maupun merk rekanan (tidak semua dokter namun kebanyakan) Bagaimana dengan di UK? Jika menurut dokter sakit anda tidak parah parah amat dan tidak sampai membuat anda kesakitan luar biasa, dokter rumah sakit tidak akan memberikan anda apa-apa. Anda hanya akan diberikan satu atau dua buah lembar kertas berisi informasi dan semua do’s dan don’t penyakit anda
- Di Indonesia jika bertemu dengan dokter katakanlah dokter anak, jika dokter itu dokter lumayan terkenal maka anda akan menunggu 1-4jam mengantri, dan masing-masing pasien membutuhkan 5-15 menit waktu konsultasi. Hal ini dimungkinkan juga karena orang Indonesia suka di “pamper” di tenangkan diberi sugesti dan bisa juga pasien Indonesia kadang tidak mau rugi membayar sekian dana sehingga momen bertemu dokter dimanfaatkan untuk bertanya dan berkonsultasi sebanyak mungkin. Bagaimana dengan sistem di UK? Tidak perlu khawatir anda berlama-lama di dalam ruang tunggu. Anda akan diberikan jadwal tepat dan pasti, katakanlah jadwal anda pukul 15.10 maka anda harus datang 15 menit sebelunya dan tepat 15.10 anda akan dipanggil, jika sampai 10 menit anda tidak hadir maka anda akan dijadwalkan ulang dan jadwal anda bisa satu minggu atau dua minggu kemudian. Kemudian jika anda berhasil bertemu dan masuk kedalam ruangan dokter jangan kaget jika anda akan ditanya banyak pertanyaan dalam waktu yang singkat seolah-olah dokter tersebut kebelet ke toilet karena cepatnya. Kenapa begitu, karena dokter UK sangat menghargai waktu dan menghitung setiap menit bersama anda.. Jangan harap dokter akan mengadem-adem anda dan memotivasi anda untuk makan banyak. Mereka hanya akan mengeprinkan kertas berisi semua informasi mengenai penyakit anda dan anda akan diminta untuk membaca sendiri. Seperti contoh seorang kawan yang putranya terkena penyakit cacar, alih-alih mendapatkan obat saat melihat putranya berbintik bintik dan rewel, sidokter hanya meminta si anak pulang, beristirahat dan tidak masuk sekolah.
- Di Indonesia obat dan tebusan resep relatif mahal jika diklinik bagus/non generik walau asuransi sekalipun jika anda meminta obat yang agak bagusan anda tidak bisa menggunakan asuransi anda. Di UK semua obatnya gratis (tentu jika menurut dokter sakit anda perlu obat) bahkan kegratisan itu mencakup memberikan anak anda susu formula soya gratis (yang harganya selangit di Indonesia) jika anak anda alergi susu sapi

Well ada
bagusnya ada minusnya bukan? Hal tersebut terjadi karena hemat saya memang di
UK ini Negara yang sangat super bersih dan jarang sekali penyakit terjadi.
Kemudian mungkin juga karena udaranya sangatlah dingin jadi bakteri dan virus
banyak yang beku (ini karangan saya saja hehe) maksudnya tidak sekompleks Negara
tropis seperti di Indonesia yang banyak sekali tanaman, hewan, biotik, virus
dan bakteri lainnya. Semoga tulisan saya bermanfaat dan memberi wacana
![]() |
| fariz dan ica diruang tunggu klinik NHS Dundee |
![]() |
| fariz dan ica diruang tunggu klinik NHS Dundee |


Ah. Saya baru mampir. Macam tulisan begini yang saya suka
BalasHapus