Ada kalanya saya lebih memilih minum kopi daripada makan nasi atau minum air putih. Entah sugesti atau memang beneran berefek bagus untuk tubuh saya senang sekali lah minum kopi.
Lupakan minum kopi untuk gaya gayaan atau lifestyle, saya suka meracik racik kopi buatan saya sendiri. Mulai membeli kopi dari berbagai daerah, aceh, banjar, makassar sampai kopi saudi saya menambahkan susu cair, bubuk coklat, cream dan lainnya sampai lidah saya berkata approved!
Awal minum kopi? Karena ayah saya perokok dan peminum kopi addictive. Bisa dibilang kecanduan.. Sehari 2pak rokok dan satu teko kopi hitam. Saya yang saat itu masih kelas 2 sd sering sekali uji nyali bersam adik kedua saya untuk mencoba kopi panas dan pahit. Ada sensasi tertentu setelah menjawab tantangan adik saat itu.
Sampai saya smp saya selalu menjadikan kopi sebagai pra syarat/rukun belajar. Setiap akan belajar menjelang UTS UAS saya akan minum kopi. Dan efeknya, lhar mata saya akan bertambah cerah, pikiran semakin terang dan dosis kopinya akan disesuaikan sesuai dengan tingkat kesulitan tugas atau ujian. Semakin sulit semakin banyak gelas yang saya minum
Jangan ditanya apakah minum kopi ini berakibat buruk untuk kesehatan saya. Saya sering juga terkena maag karena nekad tidak makan sama sekali namun minum kopi banyak banyak. Saya juga pernah berakhir opname lebih dari 2minggu karena maag akut kebanyakan kopi. Dan kebiasaan kopi membabi buta berakhir saat saya diancam ayah dan "mantan pacar" untuk berhenti dan bergaya hidup sehat, selain itu juga saya seram saja saat meengetahui ada salah seorang redaktur majalah terkenal meninggal dunia karena terlalu letih kurang tidur dan terlalu banyak kopi. Dan akhirnya saya memutuskan minum kopi saat perlu saja.
Eettapi.. Hidup pindah sementara di negri orang yang suhunya rata rata dibawah 10 derajat Celsius membuat saya yang tadinya peminum kopi normal menjadi peminum kopi reguler menjadi peminum kopi addictive juga akhirnya.
Bangun tidur kudu minum kopi, siang hari minum kopi di sekolah si adik atau di kelas Mitchell centre, sore hari terasa dingin minum kopi dan malam hari ketika masih ingin mengerjakan deadline minum kopi.
Kalau ngga minum kopi? Waduh entah sugesti atau gimana.. Jadi sering lupa, kata suami pikunan, kalau coba ngga minum kopi rasanya agak pusing, lesu ngga bersemangat, persis seperti orang kecanduan minta dipenuhin otak kafeinnya.. Bahaya kan? Nah itulah karena teman mengajak menulis segala sesuatu tentang kopi saya menuliskan uneg uneg saya sebagai pertanda saya mau terapi diri saya mau mengurangi kopi, saya kepikiran ganti jus buah nih.. Yuk ah jadi lebih baik.. Ngga mau lagi terlalu minum kopi dan mau lagi dibilang ko'Pikun hehhehe
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Mb za pecandu juga toh?? Wwoowww sangat berjuang melepaskannya, , jadi inget Momy ku, dari melek mata pagi buta hingga mau tidur malam meja selalu ada gelas kopinya :*
BalasHapusMb za pecandu juga toh?? Wwoowww sangat berjuang melepaskannya, , jadi inget Momy ku, dari melek mata pagi buta hingga mau tidur malam meja selalu ada gelas kopinya :*
BalasHapusAku malah nggak bisa minum kopi. Kadar batasku terhadap caffein tinggi. Minum kopi pagi nggak biaa tidurnya sampai malam
BalasHapus