Kamis, 28 April 2016

One Day One Light

Adalah salah satu kawan kuliah saya yang bernama Mawaddah yang membuka cakrawala saya terhadap indahnya Quran. Jadi di Indonesia ini sedang ada trend mengaji berkelompok menggunakan tekhnologi sosial media yakni Whatsap mengumpulkan serangkaian orang mengikuti support grup untuk saling support dengan cara menyetorkan bacaan setiap hari dengan membaca Quran dan artinya.

Saya jujur, mengaji saya tidak terlalu lancar, namun saya yang waktu itu awalnya hanya terkena komunikasi massa alias ikut-ikutan tercemplung juga ke grup teman saya itu yakni One Day Half Juz. Saya sering mendengar tentang gerakan Odos dan merasa whuaah berapa lama dibutuhkan untuk mengaji satu juz alias 20 lembar plus artinya, belum lagi speed mengaji saya masih kelas bulu. Tiga hari pertama saya agak menyesal mengikuti grup tersebut karena saya keteteran mengaji 10 lembar membutuhkan waktu 1 jam beserta artinya. Namun hari keempat entah mengapa hidup dan tubuh saya enteng-an. Membaca arti sebenarnya dari Quran yang awalnya blas ngga mudheng jadi lebih paham dan sedikit demi sedikit ada pertanyaan -pertanyaan hidup saya bermunculan di terjemah arti dari Quran itu sendiri.

Membaca Quran seperti membaca novel kisah legendaris namun nyata, membaca kitab hukum, filsafat yg kompleks, sekaligus membaca karya sastra kelas tinggi. Saya menuliskan ini mungkin terkesan klise dan prejudice banget ya. Tapi well itulah sebenar-benar yang saya rasakan setelah rutin membaca setiap hari plus artinya
(To be continued)

1 komentar:

 

Make Path By Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates