Selasa, 09 Mei 2017

Positive

Salah satu anggota keluarga saya beberapa hari ini didiagnosa sakit lumayan yah membuat siapa saja yang mendengarnya berucap "Hah! Astaghfirullah"

Salah satu analisa penyebab sakitnya yaitu karena beliau adalah tipe seseorang yang mudah merasa selalu memikirkan dalam dalam segal hal dan beliau ini meminta masukan dari saya bagaimana caranya menjadi seperti saya

Saya terkejut? Seperti saya bagaimana maksudnya? Menurut beliau saya ini termasuk seseorang yang segala sesuatu dibawa happy, segala sesuatu tidak usah dipikir terlalu dalam  dan positif. Wah alhamdulilah sekali saya senang mendengar testimoni positif tentang saya

Kemudian saya mencoba menjawab pertanyaannya. Gimana yah masa si saya sedemikian? Mungkin saya ini:
1. Sadar betul bahwa kita ini tidak bisa membuat semua orang menyukai kita dan kita tidak bisa memuaskan semua orang dan bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang at least tidak menyakiti orang lain kalau tidak bisa membahagiakan orang lain

2. Bergaul dengan orang orang positif
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Saya ingat zaman remaja dulu kenapa saya sempat menjadi seseorang yang selalu was was, sering negatif thinking dan saya sadar ada sedikit pengaruh dari seorang kawan yang saya perhatikan sifatnya yah demikian.. was was an.. Qadarullah kita tidak lagi dipertemukan karena satu dua hal dan Alhamdulilah saya dipertemukan dengan kawan kawan yang auranya positif, tidak saling bicara dibelakang, menasehati dengan porsinya dan tepat situasi kondisi, alhamdulilah masa remaja saya terlewati dengan manis dan kami berteman akrab walaupun belasan tahun berlalu.

3. Tau trigger stress/push button kita yang prinsipil yang bisa memicu kita sedih marah atau prioritas kita. Menyampaikan pada orang terdekat kita untuk dibantu kedepannya dan mawas sekuat tenaga ketika itu muncul dan segera menguasai diri secepat mungkin

4. Menyadari betul bahwa tidak semua hal perlu disampaikan. Seperti kata banyak orang mungkin kita bisa memenangkan suatu perdebatan tp kita eventually akan kalah dan kehilangan kawan

Saya menulis ini untuk mereminder diri saya sendiri atas banyak hal yang saya baca dan lihat hari ini.

Saya tidak bisa memuaskan semua orang atas apa yang saya rasa dan apa yang saya tulis. Pun demikian apa yang kawan kawan saya tulis tidak selalu bisa memuaskan dan membahagiakan saya.

Saya memohon maaf ketika ada kawan yang sengaja saya jauhi sementara via sosial media itu tidak lain karena saya ingin menjaga aura positif dalam pikiran saya. Saya sadar push botton saya berkaitan dengan kesantunan kata dan saya anti dengan social bulliy jadi maaf kita akan tetap berteman di dunia nyata, saya akan selalu mudah dihubungi bertemu atau via jaringan pribadi tapi sementara tidak via sosial media

Dan yang terakhir kita tidak perlu menyampaikan semuanya untuk memuaskan diri kita. Saya berulang kali berkata pada diri sendiri Habluminnallah (Hubungan dengan Tuhan) itu penting tapi Habluminannas (Hubungan dengan sesama) itu juga HARUS dijaga. Ini adalah selftalk sekali lagi reminder untuk saya. (1am May10 @zazasaja)

source gambar:
raysacdotorg

1 komentar:

  1. Iya juga ya mba, ketika kamu menjaga jarak di FB, aku malah mainan FB lagi... Ehehhehe

    BalasHapus

 

Make Path By Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates